Menjamurnya Perjudian Bikin Warga Nabire Oyehe Resah

0

DETIKSULAWESI.COM, NABIRE — Menjamurnya perjudian yang ada dikota Nabire, semakin marak, apalagi perjudian yang sangat mencolok di lokasi pertokoan Oyehe, jalan Yos Sudarso, semakin ramai.

Adapun permainan judi di lokasi tersebut, seperti Toto Gelap (Togel), Dadu, Rolex, Permainan Kartu Domino (Ceme) dan lain-lain sebagainya, namu terkesan sengaja dibiarkan berkembang biak.

Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat, yang melakuakan perjudian, terlebih lagi lokasi permainan judi tersebut, berdampingan dengan tempat ibadah (Mesjid), dengan Pos Polisi Kota Oyehe.

Hal tersebut menimbulkan tandatanya bagi masyarakat khususnya para jamaah mesjid setempat.

Menurut salah satu warga yang tidak bersedia disebutkan namanya dipublish mengungkapkan jika kawasan perjudian ini sulut dihilangkan.

“Susah pak kalau perjudian ini mau dihapuskan, karna prinsipnya yang penting aman,” ucapnya.

Apalagi yang ada di pertokoan ini, karena sudah lama. Memang pernah sempat dilakukan penangkapan satu orang, tapi yang lainnya masih bermain judi kembali ditempat semula.

Kawasan Pertokoan Oyehe jadi lokasi perjudian.

“Sama saja kalau main kucing-kucingan dengan Polisi, artinya kalau polisi datang berhenti main, tapi kalau Polisi sudah pergi lanjut main lagi, baru yang bikin heran, kalau Polisi datang kepertokoan ini informasinya sudah bocor sebelumnya, karena para pemain judi berhenti sebelum datang petugas ditempat,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Hi Abdul Rahman, satu diantara tokoh Agama dan selaku Ketua 1 (Satu) Panitia Kesajahteraan Mesjid (PKM), Baiturrahman Oyehe Nabire, kepada team media, bahwa segala bentuk perjudian tidak diperbolehkan oleh setiap agama apapun yang ada di negara kita.

“Sehingga hal itu yang menjadi dasar agar pihak aparat keamanan dengan tegas memberantas penyakit masyarakat, khususnya perjudian yang ada dibelakang pertokoan Oyehe Nabire,” ujarnya.

Lebih parah lagi kata Abdul Rahman, lokasi perjudian tersebut sangat dekat dengan tempat ibadah (Mesjid) dengan Pos Polisi Kota Oyehe Nabire, jaraknya hanya hanya batas pagar tembok saja.

Abdul Rahman, sendiri telah berulang kali menyampaikan kegiatan yang ada dibelakang pertokoan ini, namun sampai sekarang tidak ada perubahan.

“Mungkin dengan diberitakanya oleh para pewarta, akan bisa menjembatani penyampaian ini kepada pihak aparat keamanan, khususnya kepolisian, sehingga pencitraan aparat keamanan dimata masyarakat semakin terpercaya,”

(HmZ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.